Apakah Bantal Diperlukan Sebagai Peralatan Bayi Baru Lahir?

Apakah Bantal Diperlukan Sebagai Peralatan Bayi Baru Lahir?

Siapa nih bunda yang sedang mempersiapkan buah hatinya yang baru lahir, nah biasanya dalam mempersiapkan si buah hati bunda juga sibuk menyiapkan pernak-perniknya salah satunya adalah bantal.

Tapi sebaiknya bunda, bantalnya ditunda dulu deh pembeliannya. Karena, bayi baru lahir sampai usia dua tahun tidak membutuhkan bantal loh bunda. Nah, ada seorang ibu yang baru melahirkan lalu beberapa rekan ada yang memberikan sebuah bantal. Tapi, karena memang dari medis yang tidak dianjurkan maka tidak memberikan
bantal kepada bayi yang baru lahir.

Kenapa tidak dianjurkan menggunakan bantal? Karena, risiko sesak nafas dan tersedak menjadi lebih meningkat. Misalkan, si buah hati sedang tidur tanpa bunda sadari bahwa bantalnya itu robek bunda. Nah, isi dari si bantal itu terhirup oleh si jabang bayi yang itu menimbulkan gangguan nafas dan sesak.

SIDS adalah kematian yang tidak dijelaskan pada biasanya oleh si bayi ketika sedang tidur. Meski bayi terlihat fit, maka bisa mengalami gejala SIDS. Fenomena ini biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir.

SIDS merupakan kematian boks bayi, karena bayi seringkali meninggal pada boks tersebut. Walaupun penyebab kematiannya belum diketahui, SIDS dikaitkan dengan sistem abnormalitas pada porsi otak bayi yang sedang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidurnya.

Teori lainnya mengatakan bahwa, bayi yang memiliki risiko SIDS lebih tinggi bila tidur dalam posisi tengkurap, khususnya bila bayi sedang tidur di kasur yang berbahan lembut atau dengan seprai, bersama mainan boneka, bahkan bantal yang dekat wajahnya.

Selain itu, ketika memakai bantal maka otomatis kepala bayi tidak dapat bergera secara bebas. Nah, ketika si bayi itu muntah maka risiko dari muntahan tersebut menjadi lebih besar.

Jika alasan bunda menggunakan bantal agar mempunyai bentuk bulat yang sempurna sebenarnya anggapan itu salah. Karena, dengan bertambahnya usia kepala si buah hati itu akan bulat dengan sendirinya.

Ohiya, pada bayi yang memakai bantal maka akan terkena risiko syndroma kematian mendadak. Mengapa hal ini terjadi? Karena, bisa saja bayi sedang tidur maka bantal menutupi wajahnya bunda. Jadi, bayi mengalami kesulitan untuk bernafas.

Jika bunda masih tetap ingin menggunakan bantal, maka ada syaratnya loh!

  1. Selalu awasi si buah hati saat sedang tertidur.
  2. Pilih bantal yang berukuran kecil berpermukaan datar dan berbahan hypoalerginic alias risiko alerginya rendah. Selain itu, jika bantal ada robek walalupun hanya kecil lebih baik jauhkan dari area si bayi.
  3. Jangan pilih bantal yang ada manik-maniknya, rumbai-rumbainya, maupun bordirannya.
  4. Jangan lupa selalu cuci bersih bantal agar tidak menjadi sarang kuman.
  5. Lebih baik tidak menggunakan bantal yang bahannya dari polister, karena polister membuat iritasi pada kulit. Utamakan memakai bahan dari katun.
  6. Perhatikan apakah bantal mengalami robek, jika iya maka singkirkanlah.
  7. Selalu bersihkan bantal secara berkala, karena bantal menjadi sarang kuman, debu, tungai, sisa-sisa susu yang mengering, bahkan minyak bayi. Cucilah bantal sesuai petunjuk penggunaan dan pastikan benar-benar kering supaya tidak lembab.
  8. Jangan letakan bantal pada bayi di dalam ayunan.
  9. Jangan memberikan makan pada si buah hati ketika sedang berbaring di atas bantal, suap makan bayi pada posisi layaknya menggendong ketika menyusui.

Apabila si bayi mengalami ruam kulit yang tidak kunjung membaik ataupun ada
keluhan lain yang bunda curiga ini akibat penggunaan si bantal, sebaiknya hentikan
dulu penggunaan bantal dan konsultasikan ke dokter terdekat ya bunda.

Leave a Reply